Rabu, 22 April 2015

modul suvey pemetaan dan topografi

survey pemetaan dan topografi

A.    Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini dan diberikan peralatan dan bahan yang dibutuhkan, peserta dapat:
1.     Menjelaskan kegunaan kompas
2.     Menjelaskan cara pengecekan inklinasi dan putaran jarum magnit
3.     Menentukan deklinasi dan azimut magnit dengan kompas

B.    Uraian Materi
1.     Pendahuluan 
Kompas ialah alat untuk mengukur azimut magnit dan sudut mendatar, dan ada juga kompas yang dilengkapi dengan alat untuk mengukur kemiringan (clinometer).
Secara garis besar ada 2 macam kompas, yaitu:
a.     Kompas tanpa clinometer, yaitu kompas yang hanya mampu membaca arah (azimut magnit) saja. Misalnya kompas yang digunakan untuk navigasi sipil maupun militer.
b.     Kompas dengan clinometer, yaitu kompas yang dapat digunakan untuk mengukur sudut kemiringan (elevasi). Pada modul ini akan dibahas kompas dengan clinometer, yaitu kompas geologi.

2.     Kompas Geologi
a. Bagian-bagian utama
Pada umumnya Kompas Geologi adalah sama walaupun bentuknya berbeda-beda. Bagian-bagian utama Kompas Geologi (Gambar 1.1) ialah :
-        Bulatan bidang datar untuk alat pembacaan azimut/arah lapisan batuan,
-        Jarum magnit sebagai alat penunjuk untuk menentukan azimut,
-        Clinometer untuk menunjukkan besarnya sudut miring lapisan batuan.
         
Gambar 1.1.  Kompas Geologi
          Keterangan :
1.     Visir terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu arah belakang untuk tempat   pengamat membidik dan bagian muka untuk mengarahkan bidikan ke obyek.
2.     Lingkaran Skala Bacaan ialah pembagian lingkaran dalam derajat, untuk menentukan sudut dan azimut magnit 
3.     Nivo Kotak (Circular buble) untuk mendatarkan kompas pada waktu membaca azimut atau sudut kompas.
4.     Nivo tabung (Clinometer Buble) digunakan waktu membaca elevasi
5.     Kunci Magnit untuk menahan magnit digunakan waktu membaca sudut 
6.     Skrup Koreksi digunakan untuk mengeset harga lingkaran mendatar sesuai dengan harga koreksi antara utara magnit dan utara geografi
7.     Pemberat keseimbangan jarum magnit untuk menyeimbangkan jarum magnit


b.  Kegunaan
Kegunaan Kompas Geologi adalah sebagai berikut:
-    Penunjuk arah dari setiap lintasan (jalur pengukuran) yang dilalui.
-    Mengukur arah lapisan batuan (strike).
-    Mengukur sudut kemiringan lapisan batuan dan kemiringan tanah (dip).

3.     Mengoperasikan kompas untuk menentukan azimut magnit
a.  Sistem pembacaan azimut Kompas Geologi
Pembacaan azimut Kompas Geologi dibagi 3, yaitu:
1)    Pembacaan azimut Timur
Yang dimaksud dengan pembacaan azimut Timur ialah apabila pembagian skala pembacaan pada lingkaran datar membesarnya pembagian angkanya dimulai dari kanan ke kiri (Lihat Gambar 1. 2)
          
          Gambar 1.2 Pembacaan azimut Timur

2)    Pembacaan azimut Barat
Pembacaan azimut Barat ialah apabila pembagian skala pembacaan pada lingkaran datar membesarnya pembagian angkanya dimulai dari kiri ke kanan (lihat Gambar 1.3)

Gambar 1.3 Pembacaan azimut Barat

3)    Pembacaan dengan sistem kuadran
Pada sistem ini pembacaan lingkaran datarnya dibagi dalam kuadran dimana lingkaran mendatarnya dibagi menjadi 4 bagian, masing-masing 90º (Lihat Gambar 1. 4). Sebagai acuan pembacaan digunakan titik Utara dan Selatan, yaitu North East (NE), North West (NW), South East (SE), dan South West (SW).

 
Gambar 1.4    Kompas dengan pembacaan
                       sistem kuadran

b. Pengecekan Inklinasi, Deklinasi, Putaran Jarum Magnit, Nivo Kotak, dan Nivo Clinometer.
Pengecekan inklinasi, deklinasi, dan putaran magnit pada kompas dilakukan sebelum pengukuran azimut magnit. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh mencapai tingkat ketelitian yang maksimal. 
1). Pengecekan inklinasi
Inklinasi terjadi karena terbentuk sudut antara bidang datar dan jarum magnit, yang disebabkan oleh tidak seimbangnya kedudukan jarum magnit. Untuk menghilangkan sudut tersebut, gelang pemberat digeser sehingga posisi jarum magnit menjadi horizontal (lihat Gambar 1.5).
Gambar 1.5  Inklinasi
          Keterangan :
A = Jarum kompas tidak berinklinasi
B = Jarum kompas berinkllinasi
P =  Pengatur keseimbangan jarum magnit        

2).    Pengecekan Deklinasi
Deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh arah Utara bumi (geografi) dan arah Utara magnit (lihat Gambar 1.6).
Besar deklinasi pada suatu wilayah dapat ditentukan dengan peta topografi yang berskala 1 : 50000 atau pengamatan matahari. Hasil penentuan deklinasi dari kedua cara tersebut digunakan untuk mengoreksi azimut magnit. Hasil koreksi tersebut berlaku untuk daerah beradius 5,00 km.
                    Gambar 1.6  Diagram deklinasi magnit

Keterangan:
          - UM  =  Utara Magnit
          - UG   =  Utara Grid
          - US  =  Utara Sebenarnya (Bumi)
          - δ    =   Deklinasi magnit
          - C       =  Konvergensi Meridian


a).  Langkah kerja penentuan deklinasi dengan Peta Topografi:
(1).  Siapkan Peta Topografi skala 1 : 50000
(2).  Perhatikan diagram deklinasi magnit pada sudut kiri bawa peta (seperti Gambar 1.6).
(3).  Tentukan besar deklinasi dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Deklinasi (d) = US – UM
(4).  Buka sekrup koreksi (Pin)
(5).  Masukkan nilai d ke dalam kompas  dengan cara:
-    Azimut Timur dengan cara memutar angka 0 pada lingkaran datar ke arah Barat, sehingga angka 360º-d berimpit pada skala pembacaan.
-    Azimut Barat dengan cara menggeser angka 360º+d berimpit pada skala pembacaan.

b).  Langkah kerja penentuan deklinasi dengan Pengamatan Matahari:
(1).  Siapkan data hasil pengamatan matahari dan pengukuran azimut dengan kompas (azimut geografi, misalnya 600 30’ 23”; azimut kompas 600 59’ 11”).
(2).  Hitung deklinasi dengan rumus sebagai berikut:
                                 A = B  ±  d
dimana:       
          A = azimut geografi
          B = azimut magnit
          d  = deklinasi

Contoh perhitungan:
Diketahui:
·                       Azimut Geografi  = 600 30’ 23”
·                       Azimut Kompas = 600 59’ 11”
Ditanya: Hitung deklinasi magnit
Penyelesaian:
             d = 600 59’ 11” - 600 30’ 23” = 00 28’ 48”
(3).  Maka harga koreksi adalah  - 00 28’ 48”
(4). Lakukan pengesetan kompas sesuai langkah 4 dan 5 pada penentuan deklinasi dengan Peta Topografi.

3). Pengecekan Putaran Jarum Magnit
Langkah kerja pengecekan kelancaran Putaran Jarum Magnit adalah sebagai berikut:
a).  Kompas diletakkan pada meja yang datar dan hindarkan dari pengaruh logam yang dapat mengganggu jalannya jarum magnit
b).  Baca dan catat jarum magnit Utara azimut
c).   Putar kompas 180º, kemudian kunci jarum magnit
d).  Kembalikan kompas pada kedudukan semula
e).  Buka jarum magnit kuncinya, baca dan catat azimutnya
f).    Kalau pembacaan pertama sama dengan pembacaan kedua berarti putaran jarum magnit berfungsi dengan baik
g).  Kalau tidak sama, hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua hal:
§  jarum magnit tumpul sehingga perlu diruncingkan
§  jarum magnit terlalu runcing, dan ini juga perlu sedikit ditumpulkan sehingga dapat berfungsi baik

4). Pengecekan Nivo Kotak dan Nivo Clinometer
Langkah kerja pengecekan nivo kotak adalah sebagai berikut:
a).  Siapkan meja yang stabil dan datar
b).  Letakkan kompas di atas meja dengan garis bidik ke arah Timur sehingga gelembung nivo kotak terletak pada posisi tengah
c).   Putar kompas 90o sehingga garis bidik menuju ke arah Utara atau Selatan dan cek posisi gelembung nivo kotak, apabila masih ditengah putar kompas 180o dan cek posisi gelembung nivo kotak apabila masih ditengah maka nivo kotak pada kompas tersebut dalam kondisi baik
d).  Jika  posisi gelembung nivo kotak tidak sesuai dengan langkah di atas maka nivo kotak kompas tersebut harus diperbaiki
e).  Langkah di atas juga berlaku untuk pengecekan nivo klinometer

4.     Pengukuran Arah Lintasan
Langkah kerja:
·       Letakkan kompas secara mendatar pada tangan kanan dan arahkan pembidik ke arah sasaran (obyek) dengan angka 0 (N) pada lingkaran mendatar kompas dihadapan kita.
·       Baca dan catat besar azimut magnit yang dihitung dari arah jarum magnit Utara ke arah bidikan dan digambarkan.
Contoh:
a.  Pengukuran dan penggambaran azimut Kompas dengan sistem pembacaan azimut Timur dapat dilihat pada Gambar 1.7.
   Gambar 1.7 Pembacaan kompas azimut Timur

Keterangan :
-    Arah kutub utara magnit menunjukkan angka 60º (angka membesar dari Timur ke Barat). 
-    Azimut magnit dari tempat berdiri ke arah sasaran sama dengan 60º Azimut Timur.

Hasil pengukuran di atas bila digambarkan dapat dilihat pada Gambar 1.8.       
  
                                   Gambar 1.8  Azimut kearah bidikan

Keterangan: Angka 60º menunjukkan besar sudut dari arah Utara ke Timur     (ke arah bidikan)

b.  Pengukuran dan penggambaran azimut kompas dengan sistem pembacaan azimut Barat. Posisi kompas lihat (Gambar 1.9)
   Gambar 1.9 Pembacaan kompas azimut Timur

Keterangan :
-    Arah kutub Utara magnit menunjuk pada angka 50º (angka membesar dari Utara ke Timur).
-    Azimut magnit dari tempat berdiri ke arah sasaran sama dengan  50º Azimut Barat.

Hasil pengukuran di atas dapat dilihat pada Gambar 1.10
              Gambar 1.10  Azimut magnit Utara Barat

Keterangan :
-   Angka 50º menunjukkan besar sudut dari arah Utara ke Barat (kearah bidikan).

c.  Pengukuran dan penggambaran azimut kompas dengan sistem kuadran
-        Laksanakan langkah 1 seperti di atas
-        Perhatikan jarum magnit Utara (N)
-        Baca dan catat hasil bacaan dan digambarkan azimut magnitnya

1)  Pembacaan bearing dengan letak garis bidik Selatan-Utara
                             Gambar 1.11 Bearing Utara-Barat
    Keterangan :
-    Jarum Utara magnit menunjukan angka 45º dengan arah bidikan ke Barat
-    N45ºW, artinya bearing pada titik itu dari arah Utara (N) 45º ke Barat (W)
Hasil pengukuran kompas pada Gambar 1.11 dapat dilihat pada
Gambar 1.12.
                                        Gambar 1.12  Bearing Utara-Barat  
                   
Keterangan: 
-    Besar bearing 45º dari arah Utara ke Barat (N45ºW)

2)  Pembacaan bearing dengan letak garis bidik Utara-Selatan

                                        Gambar 1.13 Bearing Selatan-Timur     

                    Keterangan :  
-             Jarum magnit Selatan menunjukkan angka 40º, dari arah Selatan ke Barat
-      S40ºE, artinya  bearing pada titik itu dari arah Selatan (S) 40º ke arah Timur (E)

Hasil pengukuran kompas dapat dilihat pada Gambar 1.14
               Gambar 1.14  Bearing Selatan-Timur

Keterangan:    Besarnya bearing 40º dari Selatan  ke arah Timur
                       (S 40º E)

5.     Pengukuran Azimut/Arah Lapisan Batuan dan Sudut Kemiringan
Langkah kerja:
a.     Mengukur  azimut/arah lapisan batuan
-    Datarkan kompas (gelembung nivo kotak posisikan di tengah-tengah)
-    Arahkan pembidik depan pada batuan yang akan diukur sesuai arah batuan.
-    Baca dan catat harga azimutnya dan gambarkan

Gambar 1.15  Kompas


b.     Cara mengukur  azimut/arah kemiringan batuan
-    Datarkan kompas (gelembung nivo kotak posisikan di tengah-tengah)
-    Arahkan pembidik depan pada batuan yang akan diukur sesuai arah batuan.
-    Putar kompas 90º dengan posisi gelembung nivo klinometer tetap ditengah
-    Baca dan catat sudut kemiringan dari klinometer
c.     Penggambaran hasil pengukuran azimut/arah lapisan batuan dan sudut kemiringan
-    Siapkan data hasil pengukuran azimut lapisan batuan dan sudut kemiringan, misalnya azimut 30º dari arah Utara ke Timur (N 30º E) dengan kemiringan lapisan 25º (Gambar 1.15).
-    Gambar data hasil pengukuran azimut lapisan batuan dan sudut kemiringannya (Gambar 1.16).
Gambar 1.16 Kemiringan Lapisan

-    Hasil pengukuran azimut lapisan batuan dan sudut kemiringan dapat dilihat pada Gambar 1.17
Gambar 1.17 Gambar  arah lapisan  dan kemiringan lapisan

Keterangan  : N30ºE/25º, artinya arah azimut lapisannya Utara (N) 30º Timur (E) dan kemiringan lapisan batuannya 25º

C.    Rangkuman
1.          Kompas adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur azimut magnit dan sudut mendatar serta untuk mengukur kemiringan (clinometer).
2.          Secara garis besar terdapat 2 macam kompas, yaitu:
a.     Kompas tanpa clinometer
b.     Kompas dengan clinometer atau disebut juga kompas geologi.
3.          Kegunaan dari Kompas Geologi ini adalah:
a.     Penunjuk arah dari setiap lintasan (jalur pengukuran) yang dilalui
b.     Mengukur arah lapisan batuan (Strike)
c.     Mengukur sudut kemiringan lapisan batuan dan kemiringan tanah (dip)
4.          Berdasarkan cara pembacaannya azimut Kompas Geologi dibagi                       menjadi 3 (tiga), yaitu:
a.     Pembacaan azimut Timur
b.     Pembacaan azimut Barat
c.     Pembacaan dengan sistem kuadran
5.          Sebelum pengukuran azimut magnit terlebih dahulu dilakukan:
a.     Pengecekan inklinasi
b.     Deklinasi
c.     Putaran magnit pada kompas

D.    Tugas   Pembelajaran 1
1.     Penggunaan kompas geologi untuk pengukuran azimut magnit         
a.  Bentuklah kelompok observasi paling sedikit 3 orang setiap  kelompok untuk mengidentifikasi tentang:
1). spesifikasi peralatan utama
-  Kompas geologi
2). jenis dan fungsi peralatan pendukung
-  batu asah
-  peta topografi
3). jenis dan fungsi alat keselamatan kerja
-  payung
-  topi lapangan
-  sepatu lapangan
-  pakaian lapangan
b.  Sesudah  mengobservasi dan mengidentifikasi lakukan diskusi
-        Tunjuk salah seorang dari kelompok diangkat sebagai ketua,  ketua harus  bisa mengarahkan diskusi pada pokok pembicaraan
-        Setiap individu berhak untuk mengemukakan pendapat hasil temuan
-        Setiap kelompok harus membuat laporan
c.  Mempresentasikan hasil diskusi  pada kelompok lain    
2.     Pengecekan kelaikan kompas geologi         
a.  Alat dan bahan
1). Alat:       
-                       Kompas geologi
-                       Peta deklinasi
-                       Batu asah
2). Bahan:
-                       Alas tulis
-                       ATK       
b.  Keselamatan Kerja
-        Alat harus dilindungi dari sinar matahari langsung
-        Periksa keamanan pada daerah sekitar pengamatan                          
-        Bertanya pada instruktur bila ada hal yang tidak  dimengerti     
-        Bersihkan kembali peralatan setelah selesai kerja
c. Langkah Kerja
1).    Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2).    Mengecek inklinasi
3). Mengecek putaran jarum magnit
4). Menentukan deklinasi
5). Mengecek nivo kotak
6). Mengecek nivo clinometer
E.   Tes Formatif 1
1.     Fungsi dari nivo kotak (circular buble) adalah
A.   Mendatarkan kompas pada waktu membaca azimut /sudut kompas
B.   Membaca elevasi
C.   Menentukan sudut dan azimut magnit
D.   Menahan magnit

2.     Deklinasi adalah
A.    Sudut yang dibentuk oleh arah Utara bumi dan arah Selatan  magnit
B.    Sudut yang dibentuk oleh arah Selatan bumi dan arah Utara  magnit
C.    Sudut yang dibentuk oleh arah Selatan bumi dan arah Selatan magnit
D.    Sudut yang dibentuk oleh arah Utara bumi dan arah Utara magnit

3.  Sistem pembacaan azimut kompas geologi adalah
A.   Pembacaan azimut Timur
B.   Pembacaan azimut Utara
C.   Pembacaan azimut Selatan
D.   Pembacaan azimut Tenggara




4.   Visir bagian muka berfungsi sebagai
A.   Tempat pengamat membidik
B.   Menentukan sudut dan azimut magnit
C.   Membaca elevasi
D.   Mengarahkan bidikan ke objek

5.   Kompas yang dilengkapi dengan klinometer disebut juga
A.   Kompas navigasi                     C.   Kompas geologi
B.   Kompas manual                    D.   Kompas pramuka

Profil SMKN 2 Pangkalpinang

Profil Kepala Sekolah SMKN 2 Pangkalpinang sementara ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yakni Bapak M. Rafajar, S.Pd., M...