Senin, 05 Januari 2015

serba-serbi teknik peledakan (blasting)

Kalau masalah ledak-meledakkan bagi enginer ataupun mahasiswa pertambangan merupakan makanan sehari-hari. Pada waktu kuliah ada mata kuliah Teknik Peledakan 2 SKS. Lalu juga diadakan Kursus Juru Ledak(KJL) Kelas 2, yang biasa diadakan oleh Permata Unsri (Persatuan Mahasiswa Pertambangan Unsri). Yang biasanya dilakukan praktek peledakan di tambang batubara Bukit Asam atau di Bukit Kendi.
Dulu sewaktu saya kuliah, kebetulan saya tugas akhirnya mengenai peledakan. Saya melakukan penelitian mengenai penggunaan waktu delay pada peledakan tambang emas grasberg, PT Freeport Indonesia. Waktu itu di tambang emas grasberg baru saja akan diterapkan teknologi peledakan terbaru, yaitu penggunaan detonator elektronik/digital, yang dikenal dengan sebutan i-kon detonator, yang diproduksi oleh perusahaan Orica. Salah satu keutamaan dari i-kon detonator tersebut adalah kemudahan dalam mengatur waktu delay.
Di tambang emas grasberg, batuan dibor dengan diameter 12 inch, kedalaman 17 meter, lalu dimasukkan bahan peledak ANFO (Amonium Nitrat Fuel Oil), atau powergel sebanyak sekitar 500-900 kg perlubang. Kalau sekali diledakkan ada 200 lubang, berarti sekali peledakan ada 150 ton bahan peledak yang diledakkan, bayangin gimana besarnya ledakan yang dihasilkan, dalam sehari ada sampai 5 area yang diledakkan.
Apa sih waktu delay itu?dari tadi disebut-sebut terus. Waktu delay artinya waktu tunda, maksudnya begini. Ketika batuan diledakkan, maka lubang-lubang yang diisi bahan peledak tidak meledak secara serentak, tetapi berurutan, jeda waktu meledak satu lubang dengan lubang yang lain itulah yang disebut waktu delay.
Kata beberapa ahli peledakan selain geometri peledakan (burden, spacing, stemming, subdrilling), waktu delay ini juga mempengaruhi ukuran fragmentasi batuan (pecahan batuan hasil peledakan). Sebagai info : ukuran fragmentasi batuan ini sangat mempengaruhi produktifitas pertambangan. Karena kalau ukuran fragmentasi besar, gak bisa dimuat oleh buket shovel, perlu di diledakan sekali lagi(secondary blasting), hal ini mengakibatkan waktu dan biaya yang tebuang-buang.
Selain mempengaruhi fragmentasi, waktu delay juga berguna untuk mengurangi ground vibration, mengatur arah lemparan batuan hasil peledakan, wall control.
Bagaimana dengan peledakan di tambang bawah tanah (underground)? Peledakan di underground tidak sebesar di tambang permukaan. Di underground kalau untuk membuat terowongan biasanya lubang dibor dengan diameter antara 48-76 mm, dengan kedalaman lubang 3-4 m. Satu lagi yang penting dalam peledakan di underground, yaitu masalah freeface. kalau di surface kita sudah ada 2 atau 3 bidang bebas(freeface) tetapi kalau di underground cuma ada 1, sedangkan syarat peledakan yang bagus minimal ada 2 freeface. Maka untuk itu perlu dibuat dulu freeface, caranya dengan membuat cut, dimana pada cut dibuat lubang-lubang yang kosong, tidak diisi explosive(bahan peledak) yang akan berperan sebagai freeface.


Apa itu Akademi Komunitas?

Ini Penjelasan Mendikbud Soal Akademi Komunitas
Penulis : Boy Firnando

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendirikan Akademi Komunitas (AK) Negeri di 20 kabupaten/kota di Indonesia. Mendikbud, M Nuh, mengatakan AK adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). AK bertujuan penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Masing-masing mahasiswa yang selesai menempuh program pendidikan ini akan mendapat gelar setara dengan D1 atau D2.

Nantinya, kedua puluh akademi negeri itu menjadi percontohan atau model bagi AK swasta yang didirikan oleh masyarakat. AK negeri pertama akan didirikan di kampung halaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur, 9 September mendatang. AK yang didirikan dengan total biaya mencapai Rp 50 miliar ini akan berfokus pada bidang otomotif, pertanian, teknologi informasi, dan perhotelan.

"AK Negeri ini akan kita dirikan sebagai model. Anggaran pendiriannya juga berbeda-beda disesuaikan dengan kebutuhannya," kata Nuh, di Jakarta, Jumat (24/8/2012).

Selain Kabupaten Pacitan, Kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi pendirian AK Negeri itu adalah Kabupaten Kerom, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Muko-muko, Kota Blitar, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Situ Bondo, Kabupaten Rejong Lebong, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Tanah Datar, Kota Mataram, Kota Prabu Mulih, dan Kabupaten Tuban.

Diimbangi biaya murah

Nuh juga menjelaskan bahwa harus diimbangi dengan pembiayaan yang murah dan terjangkau oleh setiap mahasiswa. Pasalnya, AK merupakan lembaga pendidikan tinggi alternatif untuk para siswa yang lulus dari sekolah setingkat SMA.

Biaya kuliah di AK dijamin akan lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan dengan politeknik. Menurut dia, semua itu harus diimbangi dengan investasi pemerintah yang lebih besar.

Menurut Nuh pula, AK terintegrasi dengan digelontorkannya Bantuan Operasional Sekolah jenjang SMA (BOSM). Di mana para siswa lulusan jenjang SMA akan memiliki alternatif lain untuk mengecap pendidikan tinggi.

"Itu tekad kita, mati-matian supaya mereka mau melanjutkan (pendidikan)," tandasnya.

Profil SMKN 2 Pangkalpinang

Profil Kepala Sekolah SMKN 2 Pangkalpinang sementara ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yakni Bapak M. Rafajar, S.Pd., M...