Minggu, 09 April 2017
Sabtu, 08 April 2017
"Sepeda berasap" siswa SMP
SALAM BLOGGER !
Oke!!!
Baiklah, sepertinya sudah terlalu panjang mukadimah dan basa-basinya.
Ini adalah postingan dimana saya lagi semangat-semangatnya menulis di blog, setelah vakum kurang lebih 2 tahun. Saya vakum disebabkan beberapa alasan. Salah satunya adalah karena ketidaktahuan dan kekurangmampuan dalam menulis. Apalagi menulis di blog.
Nah, sekarang saya mencoba iseng lagi belajar tentang blog melalui youtube dan blog teman-teman yang sudah saya anggap ahli.
Oke!!!
Dalam kesempatan kali ini, saya tertarik membahas soal fenomena yang terjadi di lingkungan saya bekerja dan berdomisili, tepatnya di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan letak geografis 0° 40' 40.16" S, 100° 47' 13.21" E.
Kenapa saya mencantumkan koordinat geografis?? Karena saya takut teman-teman bakal tersesat ketika menelusuri kota ini melalui Google Map. Hehehe. Sebenarnya bukan itu tujuan saya, cuma karena saya kebetulan mengajar pada mata kuliah Survey Pemetaan. Jadi memang tidak asing lagi dengan yang namanya koordinat geografis dan semacamnya.
Baiklah, sepertinya sudah terlalu panjang mukadimah dan basa-basinya.
Pada zaman sekarang ini memang perkembangan teknologi sudah begitu pesatnya. Dan hal itu seperti tidak bisa dibendung. Salah satunya fenomena yang saya lihat yakni "sepeda berasap" siswa SMP. Ya, hal ini sangat menjadi perhatian bagi saya, karena saya melihat terutama di Sawahlunto, siswa begitu bebasnya berkeliaran dengan "sepeda berasap"nya. Maaf saya menyebutnya dengan sepeda berasap karena pada zaman saya, pada masa SMP saya masih menggunakan sepeda konvensional dan tidak berasap. Tetapi pada zaman sekarang, jika kita pergi ke suatu sekolah pada jam pelajaran, kita akan dihadapkan dengan jejeran motor berbagai merk yang terparkir penuh sesak di halaman sekolah.
Bagi saya, hal ini cukup aneh. Siswa SMP yang notabene-nya masih di bawah 17 tahun, pastinya belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Saya sangat prihatin dengan fenomena ini. Kenapa bisa siswa SMP yang masih dalam masa labil, dibiarkan dengan bebas berkendara kesana-kemari oleh orangtuanya dan bahkan dibolehkan untuk pergi ke sekolah. Ya namanya juga masih labil, pastinya mereka kebanyakan berkendara dengan seenaknya, menarik perhatian temannya, tanpa mempedulikan keselamatan orang lain dan dirinya sendiri.
Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah orangtua mereka tidak menyadari bahaya yang mengintai anak-anak mereka jika dibiarkan mengemudikan kendaraan di usia yang masih labil. Sudah banyak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian. Salah satu contohnya mungkin kasus Dul, putra musisi terkenal Ahmad Dani. Tetapi kenapa para orangtua masih saja melepas anak-anaknya pergi ke sekolah menggunakan motor? Beberapa alasan klasik yang saya temui di lapangan yaitu mereka tidak ada waktu untuk mengantar anaknya serta sulitnya akses kendaraan umum, sehingga anaknya bisa telat datang ke sekolah. Dan solusinya, mereka membelikan anaknya sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Sungguh satu alasan yang ironis menurut saya.
Apakah sudah sedemikian sibukkah para orangtua ini, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengantarkan anaknya sendiri. Malah mereka mencari solusi yang justru membahayakan bagi anak-anak mereka.
Demikianlah fenomena yang saya lihat pada saat sekarang ini. Semoga menjadi perhatian kita semua. Baik itu pemerintah, polisi, guru, dan terutama para orangtua.
Jumat, 31 Maret 2017
Rabu, 22 April 2015
modul suvey pemetaan dan topografi
survey pemetaan dan topografi
A. Tujuan
Kegiatan Pembelajaran
Setelah
mempelajari materi ini dan diberikan peralatan dan bahan yang dibutuhkan,
peserta dapat:
1. Menjelaskan kegunaan kompas
2. Menjelaskan cara pengecekan inklinasi dan
putaran jarum magnit
3. Menentukan deklinasi dan azimut magnit
dengan kompas
B. Uraian
Materi
1. Pendahuluan
Kompas ialah alat untuk mengukur azimut magnit dan sudut
mendatar, dan ada juga kompas yang dilengkapi dengan alat untuk mengukur
kemiringan (clinometer).
Secara garis besar ada 2 macam kompas, yaitu:
a.
Kompas tanpa clinometer, yaitu kompas yang hanya mampu
membaca arah (azimut magnit) saja. Misalnya kompas yang digunakan untuk
navigasi sipil maupun militer.
b.
Kompas dengan clinometer, yaitu kompas yang dapat
digunakan untuk mengukur sudut kemiringan (elevasi). Pada modul ini akan
dibahas kompas dengan clinometer, yaitu kompas geologi.
2. Kompas
Geologi
a. Bagian-bagian utama
Pada
umumnya Kompas Geologi adalah sama walaupun bentuknya berbeda-beda.
Bagian-bagian utama Kompas Geologi (Gambar 1.1) ialah :
-
Bulatan bidang datar untuk alat pembacaan azimut/arah
lapisan batuan,
-
Jarum magnit sebagai alat penunjuk untuk menentukan
azimut,
-
Clinometer untuk menunjukkan besarnya sudut miring
lapisan batuan.
Gambar 1.1. Kompas Geologi
Keterangan :
1. Visir terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu arah belakang untuk tempat pengamat membidik dan bagian muka untuk
mengarahkan bidikan ke obyek.
2. Lingkaran Skala Bacaan ialah pembagian lingkaran dalam derajat, untuk
menentukan sudut dan azimut magnit
3. Nivo Kotak (Circular buble) untuk
mendatarkan kompas pada waktu membaca azimut atau sudut kompas.
4.
Nivo tabung (Clinometer
Buble) digunakan waktu membaca elevasi
5.
Kunci Magnit untuk menahan magnit digunakan waktu membaca
sudut
6.
Skrup Koreksi digunakan untuk mengeset harga lingkaran mendatar
sesuai dengan harga koreksi antara utara magnit dan utara geografi
7. Pemberat keseimbangan jarum magnit untuk menyeimbangkan jarum magnit
b. Kegunaan
Kegunaan Kompas Geologi adalah sebagai berikut:
- Penunjuk arah dari setiap lintasan (jalur
pengukuran) yang dilalui.
- Mengukur arah lapisan batuan (strike).
- Mengukur sudut kemiringan lapisan batuan dan
kemiringan tanah (dip).
3. Mengoperasikan kompas untuk menentukan
azimut magnit
a. Sistem
pembacaan azimut Kompas Geologi
Pembacaan azimut Kompas Geologi dibagi 3, yaitu:
1)
Pembacaan azimut Timur
Yang dimaksud dengan pembacaan azimut Timur ialah apabila
pembagian skala pembacaan pada lingkaran datar membesarnya pembagian angkanya
dimulai dari kanan ke kiri (Lihat Gambar 1. 2)

Gambar 1.2 Pembacaan azimut Timur
2)
Pembacaan azimut Barat
Pembacaan azimut Barat ialah apabila pembagian skala
pembacaan pada lingkaran datar membesarnya pembagian angkanya dimulai dari kiri
ke kanan (lihat Gambar 1.3)

Gambar 1.3 Pembacaan azimut Barat
3)
Pembacaan dengan sistem kuadran
Pada sistem ini pembacaan lingkaran datarnya dibagi dalam
kuadran dimana lingkaran mendatarnya dibagi menjadi 4 bagian, masing-masing 90ยบ
(Lihat Gambar 1. 4). Sebagai acuan pembacaan digunakan titik Utara dan Selatan,
yaitu North East (NE), North West (NW), South East (SE), dan South West (SW).

Gambar 1.4 Kompas
dengan pembacaan
sistem kuadran
b. Pengecekan Inklinasi, Deklinasi, Putaran Jarum
Magnit, Nivo Kotak, dan Nivo Clinometer.
Pengecekan inklinasi, deklinasi, dan putaran magnit pada
kompas dilakukan sebelum pengukuran azimut magnit. Hal ini bertujuan agar hasil
yang diperoleh mencapai tingkat ketelitian yang maksimal.
1). Pengecekan
inklinasi
Inklinasi terjadi karena terbentuk sudut antara bidang
datar dan jarum magnit, yang disebabkan oleh tidak seimbangnya kedudukan jarum
magnit. Untuk menghilangkan sudut tersebut, gelang pemberat digeser sehingga
posisi jarum magnit menjadi horizontal (lihat Gambar 1.5).
Gambar 1.5 Inklinasi
Keterangan :
A =
Jarum kompas tidak berinklinasi
B =
Jarum kompas berinkllinasi
P
= Pengatur keseimbangan jarum magnit
2). Pengecekan Deklinasi
Deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh arah Utara bumi
(geografi) dan arah Utara magnit (lihat Gambar 1.6).
Besar deklinasi pada suatu wilayah dapat ditentukan
dengan peta topografi yang berskala 1 : 50000 atau pengamatan matahari. Hasil
penentuan deklinasi dari kedua cara tersebut digunakan untuk mengoreksi azimut
magnit. Hasil koreksi tersebut berlaku untuk daerah beradius 5,00 km.

Gambar 1.6 Diagram deklinasi magnit
Keterangan:
- UM = Utara Magnit
- UG
=
Utara Grid
- US = Utara Sebenarnya (Bumi)
-
ฮด = Deklinasi magnit
-
C = Konvergensi Meridian
a). Langkah kerja penentuan deklinasi dengan Peta Topografi:
(1). Siapkan
Peta Topografi skala 1 : 50000
(2). Perhatikan
diagram deklinasi magnit pada sudut kiri bawa peta (seperti Gambar 1.6).
(3). Tentukan
besar deklinasi dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Deklinasi
(d) = US – UM
(4). Buka
sekrup koreksi (Pin)
(5). Masukkan
nilai d ke
dalam kompas dengan cara:
- Azimut
Timur dengan cara memutar angka 0 pada lingkaran datar ke arah Barat, sehingga
angka 360ยบ-d berimpit pada skala
pembacaan.
- Azimut
Barat dengan cara menggeser angka 360ยบ+d
berimpit pada skala pembacaan.
b). Langkah kerja penentuan deklinasi dengan Pengamatan Matahari:
(1). Siapkan
data hasil pengamatan matahari dan pengukuran azimut dengan kompas (azimut
geografi, misalnya 600 30’ 23”; azimut kompas 600 59’ 11”).
(2). Hitung
deklinasi dengan rumus sebagai berikut:
A = B ± d
dimana:
A
= azimut geografi
B
= azimut magnit
d =
deklinasi
Contoh
perhitungan:
Diketahui:
·
Azimut Geografi = 600
30’ 23”
·
Azimut Kompas = 600 59’ 11”
Ditanya: Hitung deklinasi magnit
Penyelesaian:
d = 600 59’ 11” - 600 30’ 23” = 00 28’ 48”
(3). Maka
harga koreksi adalah - 00 28’ 48”
(4). Lakukan
pengesetan kompas sesuai langkah 4 dan 5 pada penentuan deklinasi dengan Peta
Topografi.
3). Pengecekan Putaran Jarum Magnit
Langkah kerja pengecekan kelancaran Putaran Jarum Magnit
adalah sebagai berikut:
a).
Kompas diletakkan pada meja yang datar dan hindarkan dari
pengaruh logam yang dapat mengganggu jalannya jarum magnit
b).
Baca dan catat jarum magnit Utara azimut
c).
Putar kompas 180ยบ, kemudian kunci jarum magnit
d).
Kembalikan kompas pada kedudukan semula
e).
Buka jarum magnit kuncinya, baca dan catat azimutnya
f).
Kalau pembacaan pertama sama dengan pembacaan kedua
berarti putaran jarum magnit berfungsi dengan baik
g).
Kalau tidak sama, hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua
hal:
§ jarum magnit tumpul sehingga perlu diruncingkan
§ jarum magnit terlalu runcing, dan ini juga perlu sedikit ditumpulkan
sehingga dapat berfungsi baik
4). Pengecekan
Nivo Kotak dan Nivo Clinometer
Langkah
kerja pengecekan nivo kotak adalah sebagai berikut:
a).
Siapkan meja yang stabil dan datar
b).
Letakkan kompas di atas meja dengan garis bidik ke arah
Timur sehingga gelembung nivo kotak terletak pada posisi tengah
c).
Putar kompas 90o sehingga garis bidik menuju
ke arah Utara atau Selatan dan cek posisi gelembung nivo kotak, apabila masih
ditengah putar kompas 180o dan cek posisi gelembung nivo kotak
apabila masih ditengah maka nivo kotak pada kompas tersebut dalam kondisi baik
d).
Jika posisi
gelembung nivo kotak tidak sesuai dengan langkah di atas maka nivo kotak kompas
tersebut harus diperbaiki
e).
Langkah di atas juga berlaku untuk pengecekan nivo
klinometer
4. Pengukuran Arah Lintasan
Langkah kerja:
· Letakkan kompas
secara mendatar pada tangan kanan dan arahkan pembidik ke arah sasaran (obyek)
dengan angka 0 (N) pada lingkaran mendatar kompas dihadapan kita.
· Baca dan catat
besar azimut magnit yang dihitung dari arah jarum magnit Utara ke arah bidikan
dan digambarkan.
Contoh:
a. Pengukuran
dan penggambaran azimut Kompas dengan sistem pembacaan azimut Timur dapat
dilihat pada Gambar 1.7.

Gambar 1.7 Pembacaan kompas azimut Timur
Keterangan :
- Arah
kutub utara magnit menunjukkan angka 60ยบ (angka membesar dari Timur ke
Barat).
- Azimut
magnit dari tempat berdiri ke arah sasaran sama dengan 60ยบ Azimut Timur.
Hasil pengukuran di atas bila digambarkan dapat dilihat
pada Gambar 1.8.

Gambar 1.8 Azimut kearah bidikan
Keterangan: Angka 60ยบ
menunjukkan besar sudut dari arah Utara ke Timur (ke arah bidikan)
b. Pengukuran
dan penggambaran azimut kompas dengan sistem pembacaan azimut Barat. Posisi
kompas lihat (Gambar 1.9)

Gambar 1.9 Pembacaan kompas azimut Timur
Keterangan
:
- Arah kutub Utara
magnit menunjuk pada angka 50ยบ (angka membesar dari Utara ke Timur).
- Azimut magnit dari
tempat berdiri ke arah sasaran sama dengan
50ยบ Azimut Barat.
Hasil pengukuran di atas dapat dilihat pada Gambar 1.10

Gambar 1.10 Azimut magnit Utara Barat
Keterangan
:
- Angka 50ยบ
menunjukkan besar sudut dari arah Utara ke Barat (kearah bidikan).
c. Pengukuran
dan penggambaran azimut kompas dengan sistem kuadran
-
Laksanakan langkah 1 seperti di atas
-
Perhatikan jarum magnit Utara (N)
-
Baca dan catat hasil bacaan dan digambarkan
azimut magnitnya
1) Pembacaan
bearing dengan letak garis bidik Selatan-Utara

Gambar 1.11 Bearing Utara-Barat
Keterangan :
- Jarum
Utara magnit menunjukan angka 45ยบ dengan arah bidikan ke Barat
- N45ยบW,
artinya bearing pada titik itu dari arah Utara (N) 45ยบ ke Barat (W)
Hasil pengukuran
kompas pada Gambar 1.11 dapat dilihat pada
Gambar 1.12.

Gambar 1.12
Bearing Utara-Barat
Keterangan:
- Besar
bearing 45ยบ dari arah Utara ke Barat (N45ยบW)
2) Pembacaan
bearing dengan letak garis bidik Utara-Selatan

Gambar 1.13 Bearing Selatan-Timur
Keterangan :
-
Jarum magnit Selatan menunjukkan angka 40ยบ,
dari arah Selatan ke Barat
- S40ยบE,
artinya bearing pada titik itu dari arah
Selatan (S) 40ยบ ke arah Timur (E)
Hasil pengukuran kompas dapat dilihat
pada Gambar 1.14

Gambar 1.14 Bearing
Selatan-Timur
Keterangan: Besarnya bearing 40ยบ dari Selatan
ke arah Timur
(S
40ยบ E)
5. Pengukuran Azimut/Arah Lapisan Batuan dan
Sudut Kemiringan
Langkah kerja:
a. Mengukur azimut/arah lapisan batuan
- Datarkan kompas (gelembung nivo kotak posisikan
di tengah-tengah)
- Arahkan pembidik depan pada batuan yang akan
diukur sesuai arah batuan.
- Baca dan catat harga azimutnya dan gambarkan

Gambar
1.15 Kompas
b. Cara mengukur azimut/arah kemiringan
batuan
- Datarkan kompas (gelembung nivo kotak posisikan
di tengah-tengah)
- Arahkan pembidik depan pada batuan yang akan
diukur sesuai arah batuan.
- Putar kompas 90ยบ dengan posisi gelembung
nivo klinometer tetap ditengah
- Baca dan catat sudut kemiringan dari
klinometer
c. Penggambaran hasil pengukuran azimut/arah lapisan batuan dan sudut
kemiringan
- Siapkan data hasil pengukuran azimut lapisan
batuan dan sudut kemiringan, misalnya azimut 30ยบ dari arah Utara ke Timur (N
30ยบ E) dengan kemiringan lapisan 25ยบ (Gambar 1.15).
- Gambar data hasil pengukuran azimut lapisan
batuan dan sudut kemiringannya (Gambar 1.16).

Gambar 1.16 Kemiringan Lapisan
- Hasil pengukuran azimut lapisan batuan dan
sudut kemiringan dapat dilihat pada Gambar 1.17

Gambar 1.17 Gambar arah lapisan dan kemiringan lapisan
Keterangan :
N30ยบE/25ยบ, artinya arah azimut lapisannya Utara (N) 30ยบ Timur (E) dan
kemiringan lapisan batuannya 25ยบ
C.
Rangkuman
1.
Kompas adalah alat yang dipergunakan untuk
mengukur azimut magnit dan sudut mendatar serta untuk mengukur kemiringan
(clinometer).
2.
Secara garis besar terdapat 2 macam kompas,
yaitu:
a.
Kompas
tanpa clinometer
b.
Kompas
dengan clinometer atau disebut juga kompas geologi.
3.
Kegunaan dari Kompas Geologi ini adalah:
a.
Penunjuk arah dari setiap lintasan (jalur pengukuran)
yang dilalui
b.
Mengukur arah lapisan batuan (Strike)
c.
Mengukur
sudut kemiringan lapisan batuan dan kemiringan tanah (dip)
4.
Berdasarkan cara pembacaannya azimut Kompas Geologi
dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
a.
Pembacaan azimut Timur
b.
Pembacaan
azimut Barat
c.
Pembacaan dengan sistem kuadran
5.
Sebelum pengukuran azimut magnit terlebih dahulu
dilakukan:
a.
Pengecekan inklinasi
b.
Deklinasi
c.
Putaran magnit pada kompas
D. Tugas
Pembelajaran 1
1. Penggunaan
kompas geologi untuk pengukuran azimut magnit
a. Bentuklah kelompok observasi paling sedikit 3
orang setiap kelompok untuk
mengidentifikasi tentang:
1). spesifikasi peralatan utama
- Kompas
geologi
2). jenis dan fungsi peralatan
pendukung
- batu asah
- peta
topografi
3). jenis dan fungsi alat keselamatan kerja
- payung
- topi
lapangan
- sepatu
lapangan
- pakaian
lapangan
b. Sesudah
mengobservasi dan mengidentifikasi lakukan diskusi
-
Tunjuk salah seorang dari
kelompok diangkat sebagai ketua, ketua
harus bisa mengarahkan diskusi pada
pokok pembicaraan
-
Setiap individu berhak untuk
mengemukakan pendapat hasil temuan
-
Setiap kelompok harus membuat laporan
c. Mempresentasikan hasil diskusi pada kelompok lain
2. Pengecekan
kelaikan kompas geologi
a. Alat dan bahan
1). Alat:
-
Kompas geologi
-
Peta deklinasi
-
Batu asah
2). Bahan:
-
Alas tulis
-
ATK
b. Keselamatan Kerja
-
Alat harus dilindungi dari
sinar matahari langsung
-
Periksa keamanan pada daerah
sekitar pengamatan
-
Bertanya pada instruktur bila
ada hal yang tidak dimengerti
-
Bersihkan kembali peralatan
setelah selesai kerja
c. Langkah Kerja
1). Menyiapkan
alat dan bahan yang diperlukan
2). Mengecek
inklinasi
3). Mengecek
putaran jarum magnit
4). Menentukan
deklinasi
5). Mengecek
nivo kotak
6). Mengecek
nivo clinometer
E. Tes Formatif 1
1. Fungsi
dari nivo kotak (circular buble)
adalah
A. Mendatarkan kompas pada waktu membaca azimut
/sudut kompas
B. Membaca elevasi
C. Menentukan sudut dan azimut magnit
D. Menahan magnit
2. Deklinasi
adalah
A. Sudut yang dibentuk oleh arah Utara bumi dan
arah Selatan magnit
B. Sudut yang dibentuk oleh arah Selatan bumi dan
arah Utara magnit
C. Sudut yang dibentuk oleh arah Selatan bumi dan
arah Selatan magnit
D. Sudut
yang dibentuk oleh arah Utara bumi dan arah Utara magnit
3. Sistem pembacaan azimut kompas geologi adalah
A. Pembacaan
azimut Timur
B. Pembacaan
azimut Utara
C. Pembacaan
azimut Selatan
D. Pembacaan
azimut Tenggara
4. Visir bagian muka berfungsi sebagai
A. Tempat
pengamat membidik
B. Menentukan
sudut dan azimut magnit
C. Membaca
elevasi
D. Mengarahkan
bidikan ke objek
5. Kompas yang dilengkapi dengan klinometer
disebut juga
A. Kompas
navigasi C. Kompas geologi
B. Kompas
manual D. Kompas pramuka
Langganan:
Postingan (Atom)
Profil SMKN 2 Pangkalpinang
Profil Kepala Sekolah SMKN 2 Pangkalpinang sementara ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah yakni Bapak M. Rafajar, S.Pd., M...
-
SALAM BLOGGER ! Ini adalah postingan dimana saya lagi semangat-semangatnya menulis di blog, setelah vakum kurang lebih 2 tahun. Saya vaku...